Iklan
Showing posts with label Pemasaran. Show all posts
Showing posts with label Pemasaran. Show all posts

Friday, 6 July 2012

5 Tips Marketing lewat Youtube

12:08
Youtube telah mencapai kesuksesan luar biasa, tidak hanya sebagai situs berbagi video saja tetapi juga sebagai sebuah komunitas. Untuk mempromosikan suatu produk, Youtube menyediakan platform yang bisa memulai dialog dengan penggunanya. Sama halnya seperti Facebook yang telah menjadi jejaring sosial media paling populer untuk mempromosikan suatu produk dengan melibatkan pelanggannya ke dalam dialog. Di bawah ini terdapat beberapa tips marketing melalui Youtube supaya kegiatan pemasaran Anda bisa lebih baik, yaitu:

Mulailah dengan konten yang baik
Melibatkan konten adalah aspek yang sangat penting agar bisa menciptakan suatu dialog. Seperti halnya konten-konten lain pada situs sosial media, video di Youtube harus dibuat menarik untuk memicu terciptanya diskusi. Konten yang bagus akan meningkatkan eksposur dan konektivitas.

Jangan Masukan Video Anda Lalu Meninggalkannya
Konten yang bagus akan mendapatkan banyak pengunjung dan otomatis akan banyak yang mengomentari video Anda. Jika Anda tidak selalu memperhatikan video Anda, mereka akan menganggap bahwa Anda tidak serius dan bisa langsung menutup videonya. Suatu jawaban sangat dibutuhkan untuk memperkuat hubungan Anda dengan pelanggan.

Kenali Diri Anda
Memahami kebutuhan mereka adalah hal yang sangat penting untuk menghasilkan konten yang besar. Tapi alangkah lebih baik jika Anda mengenali diri Anda sendiri, seperti, apa tujuan bisnis Anda, apa produk atau jasa yang ditawarkan, siapa pelanggan bisnis Anda, apa tujuan bisnis Anda, persaingan bisnis, dan lainnya. Semua itu membantu Anda dalam memperoleh informasi yang mendalam untuk produk Anda sendiri. Kenali bisnis Anda terlebih dahulu untuk mendapatkan jalan yang lebih baik.

Gunakan Data Untuk Menginformasikan Tindakan Anda Selanjutnya
Suka, tidak suka, rating komentar, dan lain-lain adalah data yang mencerminkan video Anda.  Ambil data dan analisis, kemudian berimprovisasilah untuk membuat video yang lebih baik. Mintalah pendapat pelanggan mengapa mereka tidak menyukai video Anda.

Padukan Promosi
Banyak sekali diskusi tentang berita yang sedang populer di dalam Facebook, Twitter, Youtube dan sosial media lainnya. Buatlah video diskusi yang berkaitan dengan sektor bisnis Anda di dalam platform sosial media yang dapat menarik percakapan. Anda juga dapat mempromosikan video Youtube dengan memulai sebuah diskusi di Facebook atau Twitter. Melalui promosi seperti ini, Anda mengekspos video Anda ke dalam jaringan yang lebih luas dan berpotensi mendorong pengguna untuk bergabung di dalam suatu percakapan.

Wednesday, 2 May 2012

Menyusun Jadwal Harian Promosi di Jejaring Sosial

21:42
Di era serba digital seperti sekarang ini, memanfaatkan berbagai macam sosial media untuk mempromosikan sebuah produk maupun jasa tentunya menjadi salah satu alternatif tepat untuk mengoptimalkan omset penjualan setiap bulannya. Bila dulunya para pelaku usaha lebih memanfaatkan strategi pemasaran offline yang memakan biaya promosi cukup besar untuk memperkenalkan produk-produknya, saat ini mereka mulai menggunakan sosial media online untuk mempromosikan produk ataupun pelayanan jasa yang mereka tawarkan melalui akun  gratis di beberapa situs jejaring sosial. Contohnya saja dengan membuat akun pribadi maupun fanpage di beberapa sosial media seperti facebook, twitter, google plus, blog, dan lain sebagainya.

Meskipun membuat akun di media sosial tersebut sangatlah mudah, namun sampai hari ini masih banyak pelaku usaha yang belum sukses menjaring calon konsumen melalui media online. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah kurangnya komitmen pelaku usaha untuk memposting informasi secara rutin. Padahal, informasi yang Anda postingkan menjadi alat yang paling penting untuk menarik minat konsumen. Tidaklah heran bila ketika Anda pasif, maka calon konsumen kurang tertarik untuk bergabung di fanpage Anda dan tentunya strategi promosi yang dijalankan belum bisa berjalan secara optimal.

Karenanya, untuk membantu para pelaku bisnis ketika berpromosi di situs media online. Berikut ini kami informasikan contoh sederhana untuk menyusun jadwal harian berpromosi di sosial media, sehingga strategi yang dijalankan bisa berjalan dengan rutin dan hasil yang didapatkan benar-benar maksimal.jadwal harian 200x132 Menyusun Jadwal Harian Berpromosi di Sosial Media

Senin, mulai merencanakan dan menyusun informasi penting yang akan Anda postingkan di akun pribadi maupun fanpage yang dimiliki perusahaan Anda. Dalam hal ini, Anda bisa mempersiapkan tiga informasi menarik yang akan dipublish selama satu minggu kedepan. Misalnya saja seperti mengatur jadwal posting rutin di hari Senin, Rabu, dan Jumat, serta menentukan topik bahasan yang akan Anda angkat pada pekan ini.

Selasa, setelah memposting satu informasi menarik yang berhubungan dengan produk maupun bisnis jasa yang sedang Anda jalankan saat ini. Selanjutnya di hari Selasa Anda bisa membalas coment, retweet, message, atau respon lainnya dari para konsumen. Hal ini cukuplah penting, agar loyalitas konsumen mulai terjaga sehingga mereka semakin tertarik untuk berinteraksi dengan Anda dan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk terbaru yang Anda tawarkan saat ini.

Rabu, memberikan promo menarik untuk memancing respon konsumen. Misalnya saja memberikan diskon khusus bagi para konsumen yang memesan produk di hari Rabu, memberikan gratis ongkos kirim bagi konsumen yang membeli produk di hari tersebut, atau menginformasikan kegiatan promosi yang akan Anda selenggarakan pada pekan ini. Dengan menginformasikan kegiatan promosi yang Anda jalankan, maka konsumen tidak segan-segan untuk segera memesan produk melalui akun Anda atau datang langsung ke tempat promosi yang ditentukan.

Kamis, memberikan respon balasan atas komentar-komentar yang disampaikan para konsumen. Dalam hal ini, tentunya Anda harus aktif memeriksa akun-akun yang dimiliki dan segera memenuhi kebutuhan yang dicari para konsumen. Dari respon balasan yang Anda berikan, tidak menutup kemungkinan bila salah satunya bisa tertarik untuk membeli produk-produk unggulan yang ditawarkan.

Jumat, Anda bisa memanfaatkan hari jumat untuk berbagi tips-tips ringan seputar bisnis yang Anda jalankan. Misalnya saja Anda sedang menekuni bisnis kuliner, maka tidak ada salahnya bila setiap hari jumat Anda berbagi informasi mengenai resep-resep masakan yang bisa dicoba para konsumen dari dapur mereka.

Sabtu dan Minggu, pada saat weekend Anda bisa memanfaatkannya untuk berjalan-jalan ke situs online milik tetangga. Melalui strategi blog walking, Anda bisa mempromosikan link situs Anda kepada khalayak ramai dan bertukar informasi dengan pelaku bisnis online lainnya.

Dengan membuat jadwal harian, Anda bisa mempromosikan bisnis online secara rutin dan menjaga konsistensi Anda dalam mengembangkan bisnis tersebut. Selain itu, konsumen juga tidak cepat bosan dengan penawaran-penawaran yang Anda postingkan, sehingga konsumen mulai berdatangan, dan bisnis Anda bisa menghasilkan omset yang cukup besar.

Semoga informasi tips bisnis online pada pekan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pelaku bisnis online dalam mempromosikan produk-produknya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

Sumber : www.bisnisukm.com

Gunakan Blue Ocean Strategy untuk Mengatasi Persaingan Usaha

21:22
Menghadapi kondisi persaingan pasar yang semakin ketat, tentunya menuntut para pelaku usaha untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi pemasaran. Bahkan melihat kondisi pasar  yang semakin hari kian ramai, sekarang ini tidak hanya strategi pemasaran “standar” saja yang dibutuhkan para pelaku usaha untuk memenangkan persaingan pasar. Namun, mereka mulai dituntut agar lebih kreatif dan berani keluar dari zona nyaman untuk membuat sebuah gebrakan baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh para kompetitor. Contohnya saja dengan menerapkan strategi pemasaran Blue Ocean untuk membidik ceruk pasar yang masih belum tergarap oleh para pesaing.

Yang dimaksudkan dengan Blue Ocean Strategy adalah sebuah strategi bisnis yang dipaparkan oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne, dimana mereka mengajarkan para pelaku usaha untuk bisa menaklukan ketatnya persaingan dengan menciptakan pangsa pasar baru yang belum pernah dilirik maupun tersentuh oleh para kompetitornya. Melalui strategi ini, Chan Kim dan Renee Mauborgne menghimbau para pengusaha untuk menghindari ceruk pasar yang sudah jenuh dengan persaingan. Daripada bersaing di ceruk pasar yang sudah sangat padat, lebih baik menciptakan sebuah ruang baru yang lebih potensial dan berusaha memberikan nilai tambah pada ceruk pasar yang selama ini belum dilirik para pesaing.

Lalu, bagaimana caranya menerapkan blue ocean strategy untuk mengatasi persaingan? Berikut ini adalah beberapa tips pemasaran ala blue ocean strategy yang bisa Anda terapkan untuk memenangkan persaingan pasar.

1.    Fokus pada ceruk pasar yang diminaticafe unik 200x109 Menerapkan Blue Ocean Strategy Untuk Mengatasi Persaingan
Langkah pertama yang bisa Anda lakukan yaitu menciptakan ceruk pasar baru yang tidak pernah dilirik kompetitor lain, misalnya saja dengan mengangkat hobi atau passion yang Anda miliki menjadi sebuah peluang yang cukup potensial.

Strategi bisnis seperti inilah yang sukses mengantarkan Bobby Handojo Gunawan dalam mengembangkan bisnis café & resto yang Ia beri nama Dream Cars Resto And Café, di Surabaya. Memanfaatkan hobi otomotif yang Ia miliki, Bobby mencoba menghadirkan sebuah konsep restoran & café yang unik yakni menggunakan koleksi mobil tuanya sebagai tempat makan bagi para pelanggannya. Keunikan konsep bisnis yang Ia usung, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen, sehingga tanpa dukungan strategi promosi yang begitu ngoyo, bisnis café & resto milik Bobby selalu menjadi buah bibir para pecinta kuliner. Sehingga tidak heran bila melalui strategi pemasaran word of mouth (dari mulut ke mulut), sekarang ini Dream Cars Resto And Café selalu ramai dikunjungi konsumen baik dari dalam kota maupun luar Surabaya.

2.    Menciptakan sebuah pembeda
Blue ocean strategy pada dasarnya merupakan sebuah cara yang bisa dilakukan para pengusaha untuk menaklukan pesaingnya dengan menciptakan sebuah produk yang inovatif. Biasanya, produk yang ditawarkan memiliki keunikan tersendiri dan menawarkan nilai tambah yang belum pernah dimiliki kompetitor lain.

Contohnya saja seperti Rachman S Said, Alumni IPB Fakultas Teknologi Hasil Pertanian ini berhasil menciptakan mie inovatif dengan memanfaatkan bahan baku labu sebagai pengganti tepung terigu. Mengusung Bumie (labu mie) sebagai brand produknya, Rachman menciptakan sebuah gebrakan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh produsen mie di Indonesia. Keunggulan inilah yang membuat perkembangan bisnis Bumie bisa melaju dengan pesat, tidak heran bila permintaan konsumen terus meningkat dan kapasitas produksinya mulai bertambah menjadi 10.000–20.000 bungkus labu mie per bulan.

3.    Memiliki slogan yang unik dan berkesan di hati para pelanggan.
Keberadaan slogan bukan hanya untuk membuat tag line pada sebuah iklan, namun juga memiliki tujuan jangka panjang agar slogan tersebut bisa menciptakan kesan khusus di hati para pelanggan dan dapat tertanam cukup kuat dalam benak para konsumen. Strategi pemasaran ini sangatlah penting untuk memperkuat brand produk yang Anda usung, bahkan tidak hanya para pemula saja yang wajib menjalankan strategi ini untuk memperkenalkan brand produknya. Namun, perusahaan-perusahaan besar seperti McDonald pun sampai hari ini masih terus menanamkan slogan mereka kepada konsumen meskipun mereka telah berhasil menguasai pasar mancanegara. Dengan slogan andalannya I’m lovin’ it, McDonald berusaha menanamkan kecintaan para konsumen terhadap produk maupun perusahaan yang mereka jalankan. Sehingga wajar adanya, bila sekarang ini para konsumen di berbagai dunia memilih McDonald sebagai salah satu tempat makan atau restoran cepat saji yang sangat mereka gemari.

Dengan menerapkan blue ocean strategy dalam menjalankan bisnisnya, diharapkan para pengusaha maupun pelaku pasar bisa menciptakan sebuah ruang baru yang cukup potensial dan mendatangkan keuntungan yang cukup besar setiap bulannya. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang mudah, mulailah dari sekarang. Salam sukses.

Sunday, 22 April 2012

Mencermati Jenis Bisnis Ritel

16:23
Industri ritel memberikan satu pandangan hidup untuk jutaan orang yang mencari nafkah dalam sektor perekonomian kita. Peritel memberikan barang dan jasa yang kita semua butuhkan, dari makanan hingga alat elektronik.


Sebagai salah satu dari perusahaan terbesar nasional, industri ritel menyediakan peluang bisnis yang menjanjikan untuk Anda. Sektor ritel adalah salah satu segmen dengan tingkat pertumbuhan paling cepat di banyak negara termasuk Indonesia. Sebagian besar peritel meliputi penjualan barang atau jasa dari pihak pembuat, penjual grosir/ partai besar, agen, importir, atau peritel lainnya dan menjualnya kepada konsumen untuk penggunaan pribadi.

Harga yang dikenakan untuk barang-barang dan jasa termasuk pengeluaran peritel dan termasuk laba. Setiap tahun, sektor vital dari ekonomi ini menjadi sumber GNP (gross national product) yang tidak bisa dianggap remeh. Untuk memberikan Anda gambaran besar tentang pasar ritel yang kompetitif, kita akan sekilas membahas berbagai sisi dan susunan penjualan kepada konsumen. Ingatlah selalu bahwa semua bisnis ini berawal dari konsep sederhana dan tumbuh menjadi berbagai macam proporsi melalui kepopuleran dan tekad yang gigih. Pada tahap eksplorasi ini, apapun mungkin bagi Anda.

Ritel toko

Situasi ritel masa kini terdiri dari berbagai macam toko independen, pusat perbelanjaan, perusahaan diskon, toko pengecer yang menawarkan kenyamanan berbelanja, jaringan peritel nasional maupun internasional, supermarket konvensional dan perusahaan-perusahaan lain dengan skala yang lebih besar. Semua ini tampak mendominasi sektor ritel. Peritel toko beroperasi di lokasi-lokasi penjualan yang didesain untuk menarik konsumen dalam jumlah yang cukup besar agar mau berkunjung ke toko mereka.

Pada umumnya toko-toko memamerkan barang jualan secara maksimal dan menggunakan iklan di banyak media massa untuk menarik sebanyak mungkin konsumen. Mereka ini biasanya menjual barang dagangan kepada masyarakat umum atau konsumsi rumah tangga tetapi sebagian juga melayani klien institusi dan bisnis. Ini meliputi bangunan-bangunan seperti toko-toko alat tulis kantor, toko komputer dan software, dealer bahan bagunan, dan usaha ledeng dan toko-toko alat listrik.

Ritel khusus

Sementara peritel raksasa seperti Wal-Mart atau Carrefour cenderung untuk menjual barang-barang kebutuhan pokok, para peritel khusus ini cenderung menjual barang-barang sekunder atau tersier. Mereka berfokus pada peningkatan kenyamanan lingkungan rumah tangga, kekayaan pengalaman dalam berbelanja, dan inventaris yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang menjadi target dengan frekuensi yang bisa disesuaikan.

Toko-toko kecil menunjukkan kekuatan dan keuletan yang mencengangkan di hadapan persaingan dari peritel skala besar dan gerai-gerai e-commerce yang banyak bermunculan saat ini. Mereka menawarkan atmosfer yang lebih hangat, dan mungkin sebuah pemilihan barang dagangan yang lebih bervariasi dan lebih dalam. Banyak toko bisa dimiliki dan dijalankan oleh satu orang dengan bantuan yang seadanya. Dibandingkan dengan pengoperasian manufaktur, usaha ritel khusus relatif lebih mudah dibangun pada awalnya baik secara keuangan dan pengelolaan. Namun sejumlah kegagalan bisa terjadi karena kurangnya modal, lokasi usaha yang buruk dan analisis pasar yang tidak memadai.

Peritel non-toko

Saat Anda melihat berbagai variasi peluang bisnis dalam sektor ritel, yakinlah dan sertakan sektor ritel non-toko ke dalamnya. Bisnis-bisnis ini sebagian besar bekaitan dengan penjualan ritel produk melalui TV, belanja elektronik, kertas dan katalog elektronik, pengundangan dari pintu ke pintu, demonstrasi dalam rumah, kios portabel, mesin pengecer, dan pemesanan via pos. Dengan penjualan eceran di tepi jalan sebagai pengecualian, bisnis-bisnis ini tidak biasanya mempertahankan saham untuk dijual dengan premis.

Ada begitu banyak manfaat yang bisa dituai dari jenis ritel ini. Di antaranya ialah pembelian, pemeliharaan dan perlindungan inventaris besar tidaklah diperlukan saat Anda memiliki kontrak dengan pihak lain untuk menangani urusan-urusan ini. Pemesanan via pos Dari buku hingga brosur dasar, katalog sudah banyak dikenal bagi mereka yang tinggal jauh dari keramaian pusat perbelanjaan.

Katalog juga akrab bagi para manula, mereka yang suka barang/ jasa yang tidak dijual bebas atau memiliki spesifikasi yang kurang lazim, dan bagi orang-orang yang kurang suka berbelanja berdesakan. Dengan pemesanan via pos, katalog berisi barang yang dijual bisa dikirimkan ke ribuan pembeli potensial pada satu waktu untuk bisa menaikkan angka penjualan atau menghasilkan konsumen yang riil.

Perusahaan pemesanan via pos termasuk bisnis barang jualan, perusahaan yang menjual barang-barang khusus dengan banyak variasi, perusahaan yang menjual benda-benda baru, berbagai jenis klub (CD, DVD, buku) dan sebagainya. Dalam banyak kasus, katalog dikirimkan ke konsumen potensial dalam ceruk pasar tertentu secara berkala.

Anda bisa bekerja di luar rumah. Daftar alamat pos yang paling baru ialah kunci untuk mendapatkan laba dengan pemenuhan kebutuhan dasar pelanggan dan dukungan database yang berhubungan.

Internet

Internet sudah mengubah kondisi industri ritel masa kini, menghubungkan perusahaan dengan perusahaan lain dan pasar lain serta pelanggan individu. “Peritel yang tidak memahami dampak internet pada tokonya dan saluran katalognya berpeluang untuk meremehkan investasi di Internet, kehilangan peluang untuk mencetak angka penjualan di semua kanal,” menurut Ken Cassar, analis senior dari Jupiter Communications.

Terlepas dari jenis-jenis bisnis ritel yang hendak Anda dirikan, Anda tidak bisa mengabaikan internet. Jangan jadikan internet sebagai penghambat pula. Setiap jenis ritel memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri sehingga Anda harus memutuskan pendekatan-pendekatan mana yang Anda hendak gunakan dalam bisnis Anda.

Mesin pengecer otomatis

Mesin pengecer otomatis telah menjadi konsep bisnis yang terbukti ampuh selama lebih dari satu abad. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, kudapan dan soda meraup angka penjualan lebih dari 20 miliar dollar di tahun 1999. Berkenaan dengan penjualan lain, memiliki produk yang tepat di tempat yang tepat pada saat yang tepat ialah kuncinya.Bisnis ini sangat menarik karena biaya pendiriannya yang rendah, modal kerja yang sedikit, dan biaya yang rendah.

Wednesday, 7 July 2010

Tips agar Usaha Ritel Berkembang Pesat

06:59
Dinamika perkembangan usaha di bidang ritel saat ini sangat tumbuh dengan pesat terutama dengan semakin  banyaknya dibangun gerai gerai ritel modern dan makin tumbuhnya daya beli konsumen di sektor ini. Namun persaingan usaha di bidang ritelpun semakin kuat hingga bila kita tidak pandai mengelola sumber sumber daya yang kita miliki bisa jadi apa yang kita kelola akan menjadi tersisihkan oleh para pesaing kita.


Perlu tips dan kiat agar usaha ritel yang Anda kelola mampu memenangkan persaingan.
Berikut ini beberapa tips dan trik yang kami dikutip dari harian media Kompas yang mewawancarai salah satu pimpinan dari usaha yang berhubungan dengan ritel, adapun poin-poin yang diungkapkan Handaka Sentosa, CEO Senayan City, di bawah ini akan memberikan Anda petunjuk dan arah dalam memegang kendali bisnis terutama di bidang retail atau penjualan barang-barang. Apa saja?

1. Ide fresh, bukan sekadar ikut tren
Pintar-pintarlah mengikuti situasi pasar, dan jeli melihat yang diinginkan oleh pasar lokal. ”Ciptakan sesuatu yang baru dan fresh. Contohnya, dengan membuat suasana belanja yang berbeda,” ungkap Handaka, yang mempelopori adanya midnight sale di Indonesia.
Melirik cara peritel luar negeri? Boleh saja. Namun jika tidak sesuai dengan keinginan pasar di dalam negeri, lama-kelamaan pasti akan hancur. Sebab orang mencari sesuatu yang sedang tren di dalam negeri, yang belum tentu diadopsi dari luar negeri.

2. Terapkan inovasi sesuai kondisi
Niat ingin membuat sesuatu yang baru merupakan salah satu tanda kemajuan. Tetapi lihat juga apakah konsep Anda bakal berhasil. Mengadakan pertunjukan peragaan busana di pasar tradisional? Tentunya merupakan sesuatu yang baru, tetapi tidak tepat sasaran.
”Saya pernah mencoba untuk memberikan kupon undian mobil (jenis pick up) untuk sebuah pasar terkelola di Jakarta,tapi ternyata inovasi ini salah,” ujarnya mencontohkan.

3. Perhitungkan ketersediaan sarana penunjang
Ingin menggelar midnight shopping untuk butik Anda? Perhatikan ketersediaan angkutan seperti taksi. Kalau customer sudah berbelanja banyak namun tidak ada kendaran, apa yang harus mereka lakukan? Selain itu, apakah kondisi toilet yang disediakan sangat kotor sehingga membuat mereka enggan menggunakannya?

4. Pelayanan ramah layaknya menjamu tamu
Pernah berbelanja di suatu tempat, dan merasa Anda digiring untuk pulang karena sudah waktunya toko tutup? Apa jadinya perasaan Anda saat lampu-lampu mulai dimatikan secara bertahap? Apakah pelayanan jadi kurang ramah untuk mengisyaratkan toko sudah tutup? Hal seperti ini pasti membuat Anda tidak tenang, dan merasa diburu.
Sesekali Anda juga bisa memberikan rewards seperti minuman dan makanan ringan. Adakan juga program undian, misalnya saat menjelang Lebaran atau hari Natal.

5. Pilih merek ternama (sudah dikenal)
Memasukkan brand-brand ternama untuk koleksi butik Anda memang baik. Namun jangan melupakan riset produk. Belum tentu brand ternama di luar negeri akan disukai dan bertahan di dalam negeri.
”Brand ternama tapi tidak favorit? It’s a big no! Brand tidak dikenal dan harganya mahal? Ini lebih parah lagi,” tegas Handaka.
Ada baiknya juga Anda melihat pangsa pasar. Mereka yang pernah lama tinggal di luar negeri biasanya tahu brand-brand apa yang mungkin akan sukses di dalam negeri.

6. Maintenance
Minta pekerja untuk memberikan pelayanan yang ramah, jujur, dan penuh senyuman. Jangan memburu pelanggan atau membuat mereka merasa diikuti atau diawasi. Patuhi jam operasional, namun tetap fleksibel jika ada pelanggan yang masih ingin berbelanja.

7. Desain interior
Pandangan mata merupakan hal yang menentukan. Desain yang apik dan menarik akan mengundang pengunjung untuk masuk. Jangan lupakan juga faktor kebersihan dan kenyamanan.

Sumber Referensi: Kompas

Tuesday, 22 June 2010

Agar tak Salah Sasaran dalam Berbisnis

07:23
Memulai sesuatu yang baru memang sulit, mimpi yang besarpun harus dimulai dari bawah dan membutuhkan pemikiran-pemikiran yang extra. Dalam melangkah dan mengambil keputusan haruslah hati-hati “agar tidak salah pilih”. Dalam peperangan yang nyatapun seorang tentara haruslah extra hati-hati dalam menentukan sasaran agar tidak salah tembak dan juga agar tidak menjadi sasaran tembak yang empuk bagi lawan-lawannya. Pakaian anti peluru, tameng, helm dan pasukan yang banyak memang bisa menghindari terjangan peluru berhamburan, namun tidak untuk ranjau tertanam yang menanti atau para penembak jitu yang menunggu.

Nah begitu pula dalam berbisnis, memilih strategi ‘alon-alon asal kelakon’ justru bisa berakibat fatal manakala terkena ranjau yang meledak. Ranjau itu bisa saja berupa tingkat pertumbuhan pasar yang melampaunya hingga kita tertinggal dari kompetitor. Bisa pula berupa tingkat kesejahteraan pegawai yang dari waktu ke waktu akan selalu naik.

Keadaan atau kondisi yang terlampau ‘nyaman’ juga membuat hadirnya kemalasan lebih besar. Atau tuntutan pelanggan yang bukan saja minta fitur atas pemenuhan fungsi yang lebih baik, namun juga hadir lebih cepat. Dan hal-hal lain yang berpotensi muncul dari pemilihan strategi yang terlalu ‘berhati-hati’ ini.

Untuk yang sebaliknya, serentak berlari berhamburan menyerbu musuh tentu akan menimbulkan keterkejutan tersendiri, namun dengan kemungkinan jatuhnya korban yang masif hingga kekalahan yang ‘konyol’/sia-sia.

Memilih dan atau penggabungan strategi berdasarkan konteks (keadaan dan situasi) tentu adalah yang terbaik yang bisa diusahakan. Perang provokasi (menaklukan lawan tanpa berperang) termasuk mengobarkan perang dari dalam benteng lawan dalam bentuk pemberontakan internal, telik sandi, pemetaan, penyaluran pasukan yang tepat, pemilihan waktu penyerangan yang brilian, penggunaan senjata yang optimal dan seterusnya adalah aneka kombinasi yang mungkin.

Diluar dari itu semua, mengenali bahwa mereka memang musuh yang ‘layak’ ditaklukan jauh lebih penting. Adakalanya, mereka hanya butuh diabaikan begitu saja, karena bukan mereka yang mengambil kesuksesan kita.  Bahkan jauh dari itu, definisi kita akan sukses yang hendak kita raih haruslah cukup jelas untuk dijadikan ’sasaran tembak’.

Fakta, beberapa pertempuran seringkali tak seharusnya kita lakukan karena memang tak perlu dilakukan. Dan hal ini hanya bisa kita ketahui jika ’sasaran tembak’ cukup jelas bagi semua yang terlibat dalam barisan ‘pasukan’ kita. Agar tak terjadi dis-orientasi di setiap tahapan bisnis yang terjalani.


Saturday, 22 May 2010

Benarkah Bisnis Warnet Tinggal Menghitung Hari Kebangkrutan..?

07:08
Mudahnya akses internet secara mobile menyebabkan bisnis warnet seperti kehilangan arah. Warnet hanya berkembang di kota kecil sementara untuk kota besar tinggal menunggu mati.
“Kami akui di kota besar bisnis warnet mengalami penurunan. Banyak tempat yang mudah mengakses internet dengan wireless. Di Jakarta misalnya, pusat perbelanjaan, kampus, kantor dan banyak menyediakan  layanan nirkabel ini. Tinggal bawa laptop, langsung terkoneksi,” kata Irwin Day, Ketua Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) di Jakarta, kemarin.

Hal senada juga disampaikan salah satu pengusaha warnet besar Hariono Ginoto, Presiden Multiplus. “Saya rasa tinggal menunggu waktu saja bisnis warnet akan mati jika tidak ada perubahan siginifikan yang dilakukan pengusaha bisnis ini di kota besar,” papar Hariono.
Ia memaparkan, kebanyakan tempat perbelanjaan ataupun tempat makan telah menyediakan layanan internet gratis tanpa kabel. Tentu saja kebanyakan masyarakat akan memilih cara ini dibandingkan harus membayar ke warnet.

Tidak hanya itu, warnet juga seringkali dicap negatif oleh berbagai pihak. Tidak hanya dijadikan sebagai tempat anak muda untuk mengakses informasi berbahaya, tetapi juga maraknya penyebaran virus.
Menurut Irwin Day, sebanyak 85% pengguna warnet adalah anak muda ataupun pelajar. Hal itu disebabkan harga sewa warnet yang terjangkau bagi mereka, yaitu antara Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per jam.
Namun adanya tantangan di bisnis warnet itu tidak mengurangi keoptimisan para pebisnisnya. “Sebagian besar orang masih butuh warnet. Di Indonesia masih banyak yang tidak membutuhkan akses internet terus menerus, serta tingkat kepemilikan laptop yang kurang, jadi pangsa warnet masih besar,” jelas Irwin.
Sementara meskipun penghasilan warnet di kota besar mengalami penurunan, namun bisnis ini terus berkembang di kota-kota kecil ataupun kota dengan akses wireless yang masih rendah.

“Di kota besar, warnet mengalami penurunan. Bahkan banyak pula yang stagnan. Namun ini bukan penggambaran warnet secara keseluruhan. Sewaktu saya berada di kota kecil, ada sekitar 50 hingga 80 warnet di sebuah kota. Misalnya saja Tuban, Nganjuk, Cilegon, Serang dan sebagainya,” kata Irwin.
“Jika ingin membuat warnet, sangat saya sarankan untuk memilih tempat yang berakses wireless masih rendah, karena ini masih lahan yang subur bagi pebisnis warnet,” tambahnya lagi.

Keberadaan smartphone dinilai Irwin juga bukan tantangan bagi warnet. “Pemilik smartphone saya rasa kebanyakan tidak pernah pergi ke warnet. Pangsa pasar bisnis ini kalangan menengah ke bawah. Tidak hanya itu, para pelajar adalah target kami. Pelajar yang memiliki smartphone di Indonesia tidak terlalu banyak,” papar Irwin.

Sedangkan sosialisasi pembatasan akses internet untuk situs tertentu ternyata meningkatkan jumlah pengguna warnet. “Kami menemukan bahwa warnet yang membatasi akses situs negatif ternyata meningkatkan pendapatan karena tingginya jumlah pengunjung. Siswa mendapat izin dari orangtua karena mereka merasa aman anaknya tidak melakukan hal buruk di warnet. Sebab itu, siswa tersebut dapat lebih sering pergi ke warnet,” ujarnya.

Wednesday, 20 January 2010

Tips Pemasaran, Mengapa Harus Ada Penolakan ?

13:41
Coba Anda bayangkan, ketika mendekati seseorang yang Anda taksir dan mengungkapkan maukah kamu jadi pacarku? Atau “Maukah kau menikah denganku?”. Apa yang akan terjadi jika Anda mengungkapkannya pada beberapa orang dan tidak ada seorang pun yang menolak? Apa kata dunia???

Atau coba juga anda bayangkan bila setiap kali menawarkan sebuah produk, sang prospek mendengarkan penjelasan anda dengan antusias dan dia berkata “OK, berapa harganya? dan ketika Anda menyebut suatu angka , sang prospek dengan entengnya menjawab “Okey, saya beli”,

Kalau itu yang selalu terjadi, wah , orang akan berduyun duyun untuk menjadi penjual karena pekerjaan sebagai penjual akan menjadi paling menyenangkan yang menjamin keuangan dan kesejahteraan tanpa halangan apapun


Jadi sebenarnya, jangan pernah menganggap penolakan sebagai suatu hal yang aneh, hal yang menakutkan., atau bahkan menganggap bahwa penolakan sama dengan kegagalan.

Apa Penyebabnya ?

Tidak percaya.

Dasar sebuah penerimaan adalah kepercayaan. Tanpa adanya kepercayaan, tak akan ada hubungan bisnis, apalagi penerimaan. Jadi, penolakan paling sering terjadi karena ketidakpercayaan terhadap ide yang kita sampaikan , barang, ataupun jasa yang ditawarkan atau bisa juga pada orang yang menawarkannya. Ketidakpercayaan ini bisa saja terjadi karena ketidaktahuan, informasi yang kurang, informasi yang salah, ataupun pengalaman buruk yang menciptakan citra buruk yang menghapuskan rasa percaya. Misalnya: Beberapa penjual dari berbagai perusahaan komputer menawarkan dagangan mereka kepada bapak Rudi yang sedang mencari komputer. Karena bapak Rudi pernah punya pengalaman buruk dengan perusahaan A ( after sales service yang buruk), maka tawaran dari perusahaan A ditolak. Perusahaan B yang menawarkannya juga ditolak karena pak Rudi merasa belum pernah kenal dengan perusahaan ini, sehingga ia tidak mau mengambil risiko berhubungan bisnis dengan perusahaan yang reputasinya belum ia kenal., atau bisa juga dia tidak percaya dengan penjelasan yang disampaikan si penjual


Tidak melihat manfaat atau nilai tambah.

Orang “membeli” barang, jasa maupun ide bila ia merasakan ada manfaat nya atau bisa memberi nilai tambah. Penolakan bisa terjadi bila prospek tidak melihat adanya manfaat ataupun tidak memberikan solusi atas kebutuhannya.
Misalnya: Rina dan Dian sebagai sales di bidang property menjual rumah dengan tipe, luas bangunan, dan lokasi yang sama persi kepada Bapak Togar
Rina secara detail menginformaikan kepada Bapak Togar spesifikasi teknis rumah yang dijualnya, seperti luas bangunan, jumlah kamar, listrik dan hal lainnya yang bersifat teknis.
Sementara Dian , berusaha menggali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh bapak Togar, baru dia menginformasikan berbagai manfaat rumah yang dijualnya kepada Bapak Togar , misalnya: lingkungan yang aman, pepohonan yang rindang, fasilitas keamanan 24 jam, dan lokasi yang dekat dengan berbagai fasilitas umum (Rumah ibadah, sekolah, pasar dan rumah sakit). Sudah bisa ditebak, rumah yang dijual oleh Dian lah yang akhirnya dibeli oleh Pak Togar, karena Dian tidak sekedar menjual “rumah” tetapi ia menjual “rasa aman, nyaman, lokasi strategis dan perlindungan dari resiko kerugian.
”Jadi, jangan jual produk atau jasanya secara teknis, tetapi terlebih utama jualah manfaatnya, karena orang bukan membeli barang atau jasa, tetapi menikmati manfaat dan nilai tambah dari barang dan jasa tersebut.

Harga

Jika “harga” terlihat terlalu “mahal” atau berada di luar kemampuan bayar “pembeli”, maka cenderung barang, jasa atau ide yang ditawarkan akan ditolak.
Sebenarnya “Mahal” atau “Murah” itu sangat relatif terhadap manfaat yang bisa dinikmati. Jika kita bisa meyakinkan bahwa manfaat yang ditawarkan jauh melebihi harga yang harus dibayar maka kemungkinan besar apa yang kita tawarkan akan diterima. Misalnya: sebuah printer berwarna seharga Rp 2 juta yang tadinya terlihat mahal akan terlihat relatif jauh lebih murah ketika manfaat lainnya sebagai scanner, dan mesin fax yang portable juga ditunjukkan (Beli satu printer dapat tiga manfaat). Jadi, daripada harus membeli tiga unit (printer, fax, dan scanner) dengan harga yang jauh lebih mahal, lebih baik beli satu printer dengan tiga manfaat.
Harga tidak akan menjadi penghalang, bila produk / jasa kita , memiliki nilai tambah dibanding pesaing ,

Penolakan tidak bisa dihindari, namun kita bisa memperkecil kemungkinan terjadinya penolakan.

Jangan pernah takut dengan penolakan, karena setiap penolakan yang kita terima, berarti kesempatan bagi kita untuk belajar belajar dan belajar lagi menjadi yang lebih baik


Salam Sukses

Prilaku Penjual Sukses

08:14
Para penjual hebat selalu menunjukan konsistensi perilaku yang dapat menghantarkan mereka menjadi jago jago penjualan. Apapun yang dijual oleh para top sales, mereka rata rata memiliki ciri dan karakter yang sama. Diantaranya :

Bertindak seperti wirausahawan.
Para tenaga penjual yang hebat selalu memposisikan dirinya sebagai wirausahawan yang sedang menjalankan bisnisnya sendiri, walaupun mereka berada dibawah naungan perusahaan. Tenaga penjual yang berpikir sebagai pebisnis terlihat ” sangat termotivasi, Fokus dan terorganisir”

Selalu mengembangkan PROSES
Para penjual sukses selalu mengembangkan proses dan sangat memahami proses yang membuat mereka sukses, dan terus menjalani proses tersebut untuk selalu mengembangkan kesuksesannya

Berfikir Tentang KLIEN, bukan KUOTA
Penjual sukses selalu fokus pada pelanggan , mereka selalu mengenal pelanggannya dengan baik

Menjual Solusi
Mereka selalu melihat bahwa menjual tidak hanya sekedar menjual produk / jasa yang mereka jual, Namun mereka menjual solusi. Mereka mereka ini akan selalu menyesuaikan tawarannya untuk memberi solusi atas masalah yang dihadapi pelanggan

Tidak takut menjadi KREATIF
Dengan kreatifitas, penjual sukses mampu menemukan apa yang diharapkan pelanggan, dan memberikan nilai ( value ) bagi pelanggan )

Selalu aktif keluar
Penjual sukses tidak hanya menunggu bola, berharap pembeli yang membutuhkan barang / jasa mendatangi mereka. Penjual sukses selalu keluar untk menemui prospek dan pelanggan. Mereka selalu menciptakan pertemuan pertemuan

Tahu kapan harus bergerak
Mereka tidak pernah menyia nyiakan waktunya, merekapun sangat pakar dalam membidik target market yang sesuai.

Selalu Up to date
Mereka selalu mempunyai info terbaru tentang produk dan perusahaan, nya, tentang karakter bisnis pelanggan dan sangat mengetahui apa yang dilakukan pesaing

Cinta pekerjaan
Para sales sukses sangat mencintai apa yang dikerjakannya


Happy Selling

Monday, 21 September 2009

Mari Berbisnis Ritel

06:09
Usaha ritel, sedari dulu hingga kini, tetap merupakan usaha yang menarik dan gampang-gampang susah. Gampang karena barang-barang yang dijual (umumnya) merupakan barang yang menjadi kebutuhan primer masyarakat. Susah karena persaingan yang ada sudah sedemikian luar biasa kompetitifnya.

Jujur saja, kalau Anda ingin membuka outlet kelas kecil, maka Anda bersaing dengan Indomaret, Alfa Mart, toko kelontong, dan warung-warung lain. Kalau Anda ingin bermain di kelas menengah-besar, maka Anda harus berani menahan gempuran Alfa, Makro, Hero, Giants, Carrefour, dan semacamnya.


Menurut saya pribadi, peluang yang lebih bagus justru di kelas jenis convenience store semacam Circle K dan sebangsanya. Anda hanya perlu mencari lokasi strategis di pinggir jalan raya. Pastikan lokasi Anda dekat dengan cafe, tempat billiard, diskotik, atau tempat-tempat yang lazim menjadi base camp nongkrong anak muda.

Anda tinggal memilih tempat yang tepat, lalu lakukan renovasi sedikit. Usahakan agar outlet Anda menarik dengan pencahayaan yang terang. Buka toko Anda selama 24 jam non stop. Anda mungkin hanya memerlukan dua-tiga karyawan yang bisa dibagi dalam beberapa shift. Barang yang Anda sediakan juga tak perlu terlalu banyak. Cukup siapkan minuman berenergi (misal Kratingdaeng atau Extra Joss), soft drink, cokelat, roti atau makanan ringan (bisa kering atau basah, tetapi baiknya lebih banyak jenis kering).

Kalau Anda memang berniat membuka usaha di bidang ritel, tentunya perlu dirumuskan terlebih dahulu planning yang matang. Apalagi, usaha ritel semacam ini punya banyak hal yang dapat “dimainkan”. Tentu saja dalam koridor yang benar dan legal. Misalnya, ada kecenderungan ketika memasuki outlet, orang akan selalu belok ke kanan. Hal ini bisa disiasati dengan menempatkan barang-barang yang kurang laku di barisan kanan depan. Sementara barang-barang yang laku, meski diletakkan di sudut pun tetap akan dicari.

Dan satu hal lagi, sejatinya, rahasia sukses berbisnis ritel terletak pada dua hal: manajemen persediaan dan hubungan dengan pemasok. Manajemen persediaan menjadi penting karena persediaan yang terlalu banyak menjadikan kelebihan working capital karena over-stock. Over-stock tersebut lama kelamaan akan menjadi dead-stock karena usang, kadaluwarsa, perubahan selera, atau sebab lainnya. Sementara persediaan yang terlalu sedikit justru mengakibatkan lost of opportunity atau lost of sales.

Hubungan yang baik dengan pemasok juga menjadi faktor kesuksesan usaha ritel Anda. Setidaknya mereka bisa menjamin product availability Anda. Ini terkait erat dengan manajemen persediaan seperti sudah ditulis dimuka. Selain itu, jika Anda mempunyai track record yang baik, para pemasok biasanya bersedia memberikan potongan, bonus, atau kelonggaran dalam pelunasan barang.

Tuesday, 25 August 2009

.Peluang Usaha Toko Online

12:14
Tahun 2009 ini, saya yakin pemanfaatan media internet di Indonesia untuk pemasaran produk akan semakin meningkat. Selain karena jumlah mereka yang ‘melek’ internet meningkat, juga karena banyaknya media dan wadah pembelajaran online marketing. 

Ebook-ebook tentang bisnis internet semakin banyak. Kursus-kursus pemasaran internet bermunculan. Belum lagi liputan media massa terhadap pelaku bisnis berbasis online. Saya sendiri dan tim saya pernah diliput Majalah SWA, Majalah Pengusaha, Majalah DUIT, Majalah Bisnis Kita, Tabloid Kontan, Koran Malang Post, dll

Peluang usaha Toko Online adalah salah satu peluang usaha yang bisa Anda coba. Toko online yang saya maksud alah website yang digunakan oleh pelaku bisnis untuk memasarkan produknya. Produk bisa berupa barang atau jasa. Tapi, di tulisan ini saya ingin lebih fokus pada produk barang.

Bagaimana agar sukses di usaha toko online ?

Berapa banyak toko online di Indonesia yang pernah Anda lihat ? Berapa diantara mereka yang sukses ? Tidak semua sukses bukan ?

Kunci Sukses Membangun Toko Online

1. Membangun Tim

Ingin seberapa besarkah toko online Anda, bangunlah tim yang sesuai. Jika bermodal kuat, rekrutlah orang-orang yang berkompeten. Jika sudah beristri, Anda bisa menjadikan istri sebagai tim Anda. Orang-orang dekat Anda (saudara) juga bisa menjadi tim Anda. Memberikan pekerjaan kepada orang dekat bisa menjadi kekuatan spiritual yang membuat Anda sukses
Jika tidak memungkinkan membangun tim, mulailah seorang diri. Anda bisa merangkak dari bawah hingga Anda mampu dan siap merekrut tim yang tangguh

Tanpa tim, usaha kita tidak akan berkembang dan bertahan lama

2. Membuat Website yang Menjual

Website adalah pilar utama promosi Toko Online. Anda harus punya website sendiri. Bukan web gratisan. Sebaiknya berakhiran .com atau .net, karena ini yang sudah populer di masyarakat. Toh, biaya tahunan domain hosting hanya Rp 200.000
Website Anda harus bisa ‘menjual’. Artinya website Anda tersebut harus bisa mewakili Anda untuk menjadi sales yang memikat bagi pembeli. Website Anda harus bisa meyakinkan pengunjung bahwa Anda layak diajak bertransaksi. Cantumkan alamat jelas dan no telp yang mudah dihubungi. Cantumkan foto-foto produk dan foto-foto lain yang membuat pengunjung semakin percaya dengan Anda

Website Anda harus terindek di search engine, dan mudah ditemukan untuk keyword yang berhubungan dengan produk Anda. Gunakan script toko online yang search engine friendly.Tidak semua script toko online ramah dengan search engine. Karena itu, saya lebih suka menggunakan blog untuk jualan online daripada script yang tidak ramah dengan mesin pencari. Dan saya rasa blog cocok bagi pemula. Apalagi untuk produk-produk yang harganya mahal dan tidak bisa order online secara langsung. Bisa juga blog menjadi web pendukung bagi toko online Anda


3. Promosi Tepat

Siapa calon konsumen Anda ? Dimanakah Anda akan menemukan mereka ? Cara cepat dan tepat menemukan konsumen adalah dari search engine (google, yahoo, dll). Disinilah pentingnya SEO (search engine optimization)

Promosi yang lain adalah di iklan baris, iklan di web yang banyak pengunjungnya, PPC ataupun komunitas online. Tentu saja harus kembali lagi “Siapa Calon Konsumen Anda”


4. Pelayanan

Lakukan pelayanan yang baik. Kecepatan pelayanan salah satu kunci utama. Bermitralah dengan jasa pengiriman barang terpercaya. Garansi produk juga penting. Jika usaha Anda bertambah besar, bentuklah tim yang tangguh.

5. Mental Wirausahawan Sukses

Usaha toko online adalah sama dengan usaha lainnya. Miliki mental wirausahaan yang sukses, antara lain :

* Pantang menyerah. Di bisnis apapun, kendala pasti ada.
* Sabar. Produk Anda mungkin laku di hari pertama, mungkin juga di tahun pertama
* Berani menghadapi resiko. Resiko pasti ada. Tinggal bagaimana kita menghadapinya
* Selalu mencari peluang. Boleh jadi bisnis pertama Anda gagal. Tapi itu bukan akhir segalanya, kan ? Peluang usaha toko online masih banyak. Silahkan cari peluang yang sesuai dengan Anda

6. Belajar Seperlunya.

Peran seperti apa yang Anda inginkan di toko online Anda ? Itulah yang harus Anda pelajari. Anda tidak harus mempelajari semuanya.

Misalnya, Anda ingin memasarkan produk. Yang perlu Anda pelajari internet marketing dan dasar-dasar membuat web/blog (tidak harus ahli html). Bidang-bidang lain, bisa Anda serahkan ke tim Anda (produksi barang,pengiriman,promosi offline, dll)

7. Berbuat Baik dan Beramal

Perbuatan baik dan infaq-shodaqoh-zakat berbanding lurus dengan profit usaha Anda. Hal ini telah ditegaskan di Kitab Suci. Uang yang kita ‘keluarkan’ akan dibalas puluhan, bahkan ratusan kali lipat. Bisa hari itu juga, tahun depan atau minimal di akhirat. Saya sendiri sudah membuktikan hal ini. Dan ini berlaku untuk semua bisnis.
Nah… Itulah tips dari saya. Ini berdasarkan pengalaman pribadi lho.

Lalu, sebenarnya berapa sih potensi penghasilan peluang usaha toko online ini ? Wah, kalau yang ini tergantung produk, penjualan dan bagaimana Anda mengembangkan bisnis tersebut. Bagi Anda yang sudah berbisnis online, pasti sudah bisa memperkirakan. Bagi Anda yang belum bisnis online, percaya saja bahwa potensinya di luar perkiraan Anda saat ini (…ehm?)

* Author: AL ARIEF
www.pengusahamuslim.com

Labels

Labels

Labels

Copyright © Blog'e Aji Bintara. All rights reserved. Template by CB Blogger