Iklan
Showing posts with label busines. Show all posts
Showing posts with label busines. Show all posts

Sunday, 17 November 2013

Budidaya Jamur Merang dengan Media tanam Kardus

08:51
Alat dan Bahan  serta analisa biaya yang dibutuhkan.
Saya membudidaya jamur merang dengan luas lahan 2 m2, dengan panjang 4m dan lebar 0,5m , dana masing-masing rak mepunyai luas 1 m2. Untuk lahan jamur merang saya memanfaatkan lahan di samping rumah.
Jamur merang merupakan tanaman yang bisa cepat diambil hasilnya, dalam waktu lebih kurang 10 hari jamur merang sudah bisa dipanen, sedangkan jumlah produksi panen ditentukan dari kulitas bibit, pengolahan media tanam dan sterilisasi tempat penanaman.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk budidaya jamur merang dengan luas tanam 2 m2, di luar kubung (RUMAH) jamur:

  • Bibit jamur merang   5 log    @ Rp. 5.000,-
  • Kardus bekas            20Kg    @ Rp. 1.000,-
  • Dedak halus               5Kg    @ Rp. 3.500,-
  • Tepung bras ketan    1/2Kg    @ Rp. 4,700,-
  • Kapur dolomit           5Kg    @ Rp. 1.000,-
  • Aran sekam               5Kg    @ Rp. 2.000,-
  • Bonggol Pisang Batu   4Kg  @ Rp.  5.00,-
  • Kangkung               10 ikat    @ Rp.  1.000,-
  • Pupuk NPK             1/2Kg    @ Rp. 5.000,-
  • Pupuk Organik
  • Air Cucian Beras
Alat-alat yang digunakan
1.    Plastik transparan secukupnya
2.    Kertas Koran secukupnya
3.    Banbu 1batang
4.    Jet spray 1buah
5.    Pisau cater 1 buah
6.    Alkohol 70%

Proses Persiapan Media Tanam
  • Rendam kardus didalam air (bak perendaman) yang terbuat dari papan ukuran 1,5m x 2m yang dilapisi dengan plastik, rendam kardus sambil di sobek-sobek hingga ukuran antara 5-10 cm
  • Setelah kardus selesai di sobek-sobek rendam sambil mencampurkan kapur dolomit 4 Kg, NPK dan 3 kg dedak halus aduk hingga rata, biarkan rendaman sampai 4 hari.
  • Pada hari ke-4 tiriskan kardus hingga kadar airnya lebih kurang 50%.
  • Rajang bonggol pisang dan kangkung.
  • Hancurkan bibit jamur merang, lalu campur dengan tepung beras ketan aduk hingga rata, simpan ditempat yang sejuk yang tidak terkena matahari langsung.
Proses Penanaman

  • Siapkan suplemen yang terdiri dari 1 L air cucian beras dan pupuk organik.
  • Taburkan kardus yang sudah ditiriskan ke atas rak dengan ketinggian lebih kurang 20 cm dengan dibuat gundukan gundukan.
  • Campurkan sisa dedak halus dengan kankung dan bonggol pisang yang sudah dirajang halus, beri air secukupnya, lalu taburkan campuran tadi dia atas gundukan kardus.
  • Semprot media dengan cairan suplemen yang sudah disiapkan.
  • Tanam bibit jamur di media, sebagian bibit jamur merang diselipkan ke dalam media tanam dan sebagian lagi ditaburkan di atas media tanam.
  • Taburkan arang sekam yang sebelumnya sudah dicampur air + pupuk organik hingga merata dan seluruh media tanam ketutup dengan arang sekam.
  • Tutup media dengan koran.
  • Terakhir tutup media dengan plastik transparan,usahakan plastik tidak menempel langsung di media.
Pemeliharaan setelah Tanam:
  • Selama masa inkubasi (pertumbuhan) ada beberapa hal yang harus diperhatikan
  • Usahakan suhu ruangan berkisar antara 28-30 derjat celcius.
  • Tutup rapat ruangan, usahakan jangan terlalu banyak masuk cahaya
  • Pada hari ke 5 pada jam 07.00-08.00 dibuka agar ada sirkulasi udara.
  • Tutup kembali media tanam dengan plastik
  • Tiap 2 hari sekali buka penutup media selam 10 menit agar terjadi peputaran udara.
  • Pada hari ke-10 panen sudah bisa dilakukan.
  • Panen jamur merang bisa dilakukan setiap hari atau 2 hari sekali sampai jamur merang berumur 25 hari.


 Jamur sudah siap di panen
Yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pemanenan adalah sterilkan terlebih dahulu alat-alat yang digunakan untuk pemanenan (seperti pisau cater, dan tangan) dengan alkohol 70%.

Tuesday, 16 July 2013

Mencoba Usaha Produksi Telor Asin Khas Brebes

18:55
Gak sengaja mendengar obrolan dari seorang pembeli pulsa barusan, bahwa katanya ada tiga hal yang membuat Brebes terkenal, pertama bawang merah, kedua telor asinnya dan yang ketiga rusak-ancur jalanya...hmmm. 

Parah juga tuh orang, tapi kalo dipikir bener juga yah. Dan kali ini bukan mau ngomongin jalan yang rusak, kali ini mau bikin postingan cara pembuatan telur asin yang barangkali ini dapat membantu para pencari keadilan eh maaf para galowwer pencari penghasilan. Daripada susah kesana kemari mencari kerja gak dapat-dapat, apa salahnya berwirausaha menjadi juragan telor asin.

Wokeh kita langsung ke pokok persoalan. Dalam melakoni bisnis pembuatan telor asin, selain tidak membutuhkan modal yang besar, proses pembuatannya pun cukup sederhana, meskipun sedikit agak lama. Berikut adalah proses pembuatan telor asin:


Bahan dan Peralatan
  • Bahan utama yang dibutuhkan adalah 100 butir telur itik.
  • Garam sebanyak 2 kilogram.
  • Campuran tanah liat dan batu merah sekitar 8 kilogram.
  • Asam sendawa 5 kilogram.
  • Air secukupnya.
  • Peralatan yang digunakan antara lain: baskom, keranjang, dan tempat adonan.
Cara Pembuatan Telor Asin
  • Telur itik yang digunakan biasanya yang masih berumur 5 hari. Bersihkan terlebih dahulu.
  • Tanah liat/bata merah dihaluskan lalu campurkan garam dan asam sendawa.
  • Kemudian tambahkan air secukupnya bentuk seperti sebuah adonan.
  • Taburkanlah bata merah kering atau juga bisa menggunakan abu kering diatas lantai atau wadah yang digunakan.
  • Lumuri atau celupkan telur ke adonan satu persatu pastikan agar telur terbungkus adonan tanah secara merata.
  • Simpan dalam wadah/keranjang dengan susunan rapi.
  • Diamkan selama 10-15 hari. Lmanya waktu penyimpanan berpengaruh pada kadar asin telur. Semakin lama disimpan hasilnya semakin asin.
  • Setelah masa penyimpanan, selanjutnya adalah tahap pemasakan.
  • Untuk memasak telur asin yang sudah disimpan, kupas adonan tanah yang melekat, cuci sampai bersih lalu rebus sampai matang.
  • Telur asin pun siap dikemas dalam kotak kertas, plastik, ataupun kemasan menarik lainnya untuk dipasarkan.

Prospek usaha telur asin cukup bagus, karena biaya produksi murah namun keuntungannya cukup banyak. Adonan yang sudah terpakai pun bisa anda gunakan kembali, tinggal tambah garam sekitar 20 persen dan air secukupnya untuk proses produksi berikutnya. Jangkauan pemasarannya cukup fleksibel, baik di jalanan, warung kelontong hingga di market-market besar. Selamat mencoba!!!

Labels

Labels

Labels

Copyright © Blog'e Aji Bintara. All rights reserved. Template by CB Blogger